Luka Lecet dan Tergores ..... BIOTIL saja

Luka lecet atau tergores pada kulit atau bagian badan kadang secara tidak sengaja dapat terjadi pada kita. Baik orang dewasa atau anak anak.
Luka lecet atau tergores adalah terkelupasnya lapisan kulit luar sehingga mengakibatkan pendarahan .
Cara cepat atasi pendarahan dan rasa nyeri sehingga tidak menimbulkan infeksi yaitu gunakan BIOTIL.
BIOTIL adalah obat luka yang cepat sekali menghentikan proses pendarahan dan cepat sekali menghilangkan rasa nyeri.

BIOTIL terbukti dan cepat mengering luka dalam beberapa hari.

BIOTIL mengandung bahan herbal yang mampu menghentikan proses pendarahan pada luka dan jaringan kulit. Cepat kering dalam beberapa hari . TERBUKTI

Info Produk :
Nurul Hayat Herbalshop

Surabaya : (031) 8783344              Malang : (0341) 9046060
Gresik : (031) 77052003                Madiun : (0351) 452425
Sidoarjo : (031) 77009200             Tuban : (0356) 326060
Bojonegoro : (0353) 5959294        Banyuwangi : (0333) 7775555

Waspadai Luka Diabetes Cegah Dengan BIOTIL

Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka di kaki. Butuh kesabaran ekstra dalam merawatnya, sebab rasa frustrasi yang muncul ternyata bisa memperlama proses kesembuhan.

Lamanya penyembuhan luka penderita diabetes ini karena terkait kadar kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi kadar kortisolnya.

Penelitian di University of Nottingham mengungkapkan hubungan kadar kortisol dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka (ulcer) di kaki.

Depresi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kortisol menyebabkan proses penyembuhan luka di kaki berlangsung lebih lama. Temuan ini mengisyaratkan pada penderita diabetes untuk mengurangi beban pikiran yang bisa menyebabkan stres, terutama saat mengalami luka.

Selain itu, sikap tidak sabaran juga menghambat penyembuhan luka. Pada penderita diabetes, sikap tersebut seringkali berakhir dengan rasa frustrasi yang lagi-lagi dapat memicu stres dan meningkatkan kadar kortisol.

Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli kini tengah merancang metode perawatan luka khusus untuk penderita diabetes. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu mempercepat penyembuhan luka melalui pendekatan psikologis.

Luka di kaki terjadi pada sekitar 15 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Umumnya luka tersebut disebabkan oleh cedera ringan yang berkembang menjadi lebih parah, karena pada penderita diabetes luka kecil sekalipun akan sulit disembuhkan.

Bagi Penderita Diabetes Cegah Luka Anda Sebelum Menjadi Kronis.

Gunakan BIOTIL karena mengandung bahan herbal alami yang mampu menhentikan pendarahan pada luka maupun jaringan kulit.

Cara cepat atasi pendarahan dan rasa nyeri sehingga tidak menimbulkan infeksi yaitu gunakan BIOTIL.

BIOTIL adalah obat luka yang cepat sekali menghentikan proses pendarahan dan cepat sekali menghilangkan rasa nyeri.

BIOTIL terbukti dan cepat mengering luka dalam beberapa hari. TERBUKTI

Info Produk :

Nurul Hayat Herbalshop


Surabaya : (031) 8783344           Malang : (0341) 9046060

Gresik : (031) 77052003             Madiun : (0351) 452425

Sidoarjo : (031) 77009200          Tuban : (0356) 326060

Bojonegoro : (0353) 5959294     Banyuwangi : (0333) 7775555

BPOM berlakukan sertifikasi bebas radiasi untuk produk pangan asal Jepang

Dampak radiasi nuklir di Jepang yang semakin meluas membuat berbagai negara mulai waspada dengan memperketat impor produk asal Jepang. Indonesia juga melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan pengawasan impor produk pangan dari Jepang.

Caranya, Indonesia akan meminta sertifikasi bebas radiasi nuklir terhadap semua produk, khususnya produk pangan asal negeri sakura ini. Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sparingga mengungkapkan, semua produk pangan asal Jepang yang diimpor setelah tanggal 11 Maret 2011 harus disertai dengan sertifikat bebas radiasi.

"Ini berlaku untuk semua produk terutama produk pangan olahan asal Jepang . Ia menambahkan, kebijakan ini akan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Yang jelas, sampai semuanya bisa terkendali. Karena sampai saat ini dampak radiasi ini terus meluas dan kita tidak tahu sampai seberapa besar dampaknya ke depan," jelas Sparingga

Menurut Sparingga, dalam hal ini sebagai lembaga pengawas obat dan makanan yang tergabung dalam Codex Alimentarius, BPOM akan mengikuti ketentuan yang dibuat oleh Codex dalam hal prosedur keamanan pangan. "Indonesia adalah anggota Codex, sehingga kita akan mematuhi apa yang sudah diatur dalam Codex," jelasnya.

Catatan saja, Codex adalah badan antar pemerintah dibawah naungan FAO dan WHO. Tujuannya adalah untuk melindungi kesehatan konsumen, menjamin praktek jujur dalam perdagangan pangan internasional.

Codex menetapkan teks yang terdiri dari standar, pedoman, kode implemetasi dan rekomendasi lainnya yang mencakup komoditi pangan, ketentuan bahan tambahan dan kontaminasi pangan.

Indonesia adalah satu dari 182 negara anggota PBB dibawah WHO yg menerapkan Codex Alimentarius. Beberapa produk pangan yang dicakup dalam Codex antara lain produk susu, gula, kakao, cokelat dan produk turunan sereal.

Saat ini, Sparingga bilang BPOM akan memberlakukan sertifikasi bebas radiasi untuk produk pangan olahan. Sparingga juga bilang BPOM juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan antisipasi dampak radiasi terhadap produk pangan lainnya.

Untuk produk pangan segar seperti buah-buahan, sayuran dan produk perikanan misalnya, Sparingga mengatakan BPOM akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perikanan untuk melakukan antisipasi. "Kita akan membahas dengan kementerian terkait dengan produk yang ada di bawah naungan mereka," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih bilang kementerian Kesehatan mendukung langkah BPOM untuk memprioritaskan produk yang harus dideteksi kadar radiasinya. Menurutnya, makanan kering menjadi salah satu prioritas deteksi ini. Saat ini, Kementerian Kesehatan juga sedang membahas kriteria produk impor dari Jepang yang harus diwaspadai.